!--Start Related Posts-->

Minggu, 28 Oktober 2018

Ketidaktahuan yang Terlalu



Bismillaahirrohmaanirrohim ...
Halo temans, kok sepertinya lihat rumah ini sarang laba-labanya begitu tebal banget yah, hahaa. Kebayang kalau banyak nernak jadinya kayak gini. Satu rumah aja bisa jeda postingan dua bulan sekali atau malah lebih, hahaa. Maafkeun teman-teman, hihiii


Dan kali ini aku datang untuk membagikan kisah paling ‘terlalu’ banget tahun ini, temans. Pasalnya kenapa coba? Mungkin kalau kamu menemukan kejanggalan memiliki sepeda motor, di tiap titik bagian sepedanya pasti bakalan dicari kan, titik ini fungsinya apa, kalau ini seperti ini karena efek ini, dan lain-lain. Namun masalahnya hal itu berbeda dengan diriku yang sungguh mengabaikan beberapa tombol penting di motorku tersebut. Tidak lain juga, karena kelalaianku sendiri. Hahaaa. Kira-kira apa sih ketidaktahuan yang sungguh keterlaluan itu?. Check this out

Aku membeli sebuah sepeda motor di tahun 2016. Meski dia second dan termasuk sepeda motor produk lawas, aku tetap mensyukuri karena sudah bisa punya dan membeli motor tersebut dengan jerih payahku sendiri. Sebuah prestasi yang membanggakan buatku saat itu, karena nggak ngerepotin emakku untuk membelikanku motor utuk jalan-jalan kemanapun.

My motor

Dan sejak saat itu pula, aku nggak merhatiin kalau tombol yang ada di depan setiran sepeda motor itu dengan fungsi-fungsinya. Aku Cuma tahu dan menggunakan beberapa tombol seperti bel, lampu penunjuk jarak dekat dan jauh, listing, udah itu doang yang ada di sisi kiri setir. Sedangkan di sisi kanan yang ada tombol penunjuk HL, P, itu nggak aku gunain dan juga nggak cari tahu juga apa sih itu fungsinya.

Bahkan dibilang kebodohanku itu berlangsung hingga saat ini. Dan baru menemukan kesadaran di Minggu kemarin ini temans. Duh elahhh sungguh keterlaluan banget kan diriku ini, hahahaa.

Padahal setelah aku bisa belajar sepeda motor, aku sudah gunain sepeda itu sampai ke kota Lumajang, sudah banyak kugunain riwa-riwi di kota meski malam pun nggak masalah, karena emang motorku lampunya selalu nyala. Namun, ketika ada yang bermasalah sama sepedahku, aku nggak sadar kalau ada bagian di tombol sisi kanan yang belum kunyalain.

Nah, kemarin itu, sehabis tragedi kecelakaan karena menabrak mbah yang naik sepeda, motorku ringsek, tapi Alhamdulillah masih bisa diperbaikin. Kupikir, tiap kali aku jalan malam hari, tapi lampu depan itu nggak nyala, karena akibat servisan yang kurang maksimal setelah terjadi kecelakaan.

Jadi, sehabis diperbaiki, aku memang nggak bisa menikmati langsung motornya karena masih trauma, tapi aku tahu kalau setiap bagian di tubuh motorku masih tahap aman, walau ada yang beret sedikit di lampu depan. It’s oke lah ya

gara-gara tombolnya ke P, jadinya dia lampunya nggak nyala hhee
Setelah aku berani bawa motor sendiri, apalagi saat malam hari tuh, aku nggak tau kok bisa lampu depan motorku nggak nyala. Apa jangan-jangan servisan motornya kurang maksimal nih. Masak iya, lampu depanku kembali mati lagi. Hahh, kok bisa. Yaudah akhirnya aku bawa deh ke tempat bengkel tempat aku servis motorku setelah kecelakaan tersebut, dan dibongkar bagian kepala setir motor. Terus nyala? Iya dong nyala seperti semula. Alhamdulillah.

Hingga ketiga kalinya, aku mengalami kejadian yang sama, lohh kenapa lampu depannya kembali tidak nyala lagi. Mana bonceng emak ke rumah bibi. Uwahhh, aku takut masihan, hahaaa. Karena bengkelnya deket sama rumah bibiku, jadi sekalian deh aku melipir ke bengkel sambil minta benahi lampu depan itu deh.

Eh, belum ada dua menit mau bongkar sepeda, udah nyala itu lampunya. Bohhh keren banget bang, kataku. Hahaaaa

Dan ternyata, kesalahannya terletak pada apa coba?


Iya, aku tuh nggak nyalain tombol HL yang ada di sisi kanan pegangan sepeda motorku. Hahaaa. Sungguh terlalu, kan? Ternyata, penyakit di kedatangan keduaku ke bengkel tersebut juga mungkin karena tombol HL, P itu malah ke arah P, jadi lampunya nggak nyala alias padam.

Oh god, aku jadi bahan ketawaan malam itu sama orang-orang yang ada di tempat itu, temans. Masak iya aku nggak perhatiin fungsi tombol tersebut sama sekali. Apalagi kebodohanku berlangsung hingga sekian tahun ini, haaa. Udah jangan diketawain, etapi kalau mau ketawa bebas deh, aku sendiri mengingat sambil menulis postingan ini saja ikutan tertawa sendiri kok, hahahaaa.

Semoga sedikit cerita receh kali ini bisa menghibur teman-teman yang sedang senggang saat membaca postingan ini yah. Tentunya, komentar kalian selalu aku nanti, temans. Ahahahaa

Selamat hari Minggu, 28 Oktober 2018
Jangan lupa bahagia yah

Blessed
~Galeri Rohmahkr



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah berkunjug. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian ya...
| Rohmah-dg |

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Ads Inside Post