Bismilaahirrohmaanirrohim...
#MemesonaItu... sebuah rangkaian kata yang memiliki
berbagai makna, definisi, dan penafsiran yang berbeda dari tiap-tiap individu. Cakupannya
begitu luas sesuai dengan pemikiran masing-masing. Sama halnya dengan yang akan
saya tuturkan berikut ini.
Salahsatu rekan kerja pernah saya tanyakan tentang
#MemesonaItu, yang ditujukan khusus untuk seorang perempuan. Dan seperti inilah
reaksi mereka.
Mas Bejo1 : #MemesonaItu ketika perempuan yang tak hanya cantik fisik namun dengan hati, tapi mereka juga punya kemampuan dalam berkomunikasi dengan berbagai kalangan masyarakat. Nyambung, enak diajak ngobrol, dan penampilan mereka enak dipandang.
Mas Paijo2 : #MemesonaItu adalah Perempuan yang Pendiam. Pendiam dalam hal, mereka bergerak seperlunya, berucap pun seperlunya.
Dari dua orang yang saya mintakan tolong pendapat mereka
tersebut, membuat saya menyimpulkan makna #MemesonaItu versi saya
sendiri.
#MemesonaItu ketika diri mampu Mengapresasi apa
yang ada pada diri sendiri. Mengapresiasi itu tidak hanya pasrah dengan
penerimaan yang telah ditetapkan oleh yang kuasa, namun juga mengasah dan
berusaha lebih baik sebagai wujud apresiasi untuk diri sendiri.
Wujud #MemesonaItu dalam hidup saya cukup sederhana. Keep
on believe to your self. Percaya pada diri sendiri. Selain daripada itu,
masih ada beberapa poin penting, kenapa diri ini juga perlu dikatakan Memesona,
karena #MemesonaItu dalam hidup saya adalah serangkaian cerita yang perlu dibagikan
kepada setiap orang, khususnya yang sedang membaca tulisan ini, supaya aspek
yang menurut saya #MemesonaItu bisa menjadi sebuah pelajaran, pengalaman, maupun
inspirasi jika sebenarnya kita ini Memesona dengan tetap menjadi diri sendiri,
dan mengapresiasinya.
Let see, sesuatu apa saja yang membuat saya nampak
#MempesonaItu.
1. Bersyukur tiada henti
Berucap lebih mudah daripada mempraktekannya, itu pun sesuai
dengan realita yang sesungguhnya. Dengan bersyukur, walau awalnya cukup sulit
dilakukan dengan diasah secara terus menerus, tentu akan memberi dampak dan
manfaat yang besar bagi diri sendiri.
Pelajaran tentang “Syukur” ini selalu saya terima dalam
universitas kehidupan yang saya alami. Salahsatu diantaranya ketika setelah gajian,
pemimpin perusahaan tempat saya bekerja selalu berpesan, “Berapapun nominal
yang kamu terima, syukuri dan ucapkan dalam hati jika bilangan ini mampu
bertahan hingga bulan depan sampai waktu gajian tiba kembali,”
Tak perlu dalam hal materi, syukur sederhan tatkala
bangun di esok hari sembari menghirup udara segar juga salahsatu apresiasi diri
yang sangat mudah dilakukan. Bersyukur ketika susah, maupun dalam keadaan
lapang. Bersyukur ketika orang lain senang, kita pun juga ikut senang.
Apa yang akan kita dapatkan dengan hal-hal sederhana itu?
Kita akan terbiasa dengan bersyukur, menerima atas apa
yang Tuhan berikan kepada kita. Sesulit apapun, semudah apapun, karena segala
sesuatu tentu ada hikmah dan tujuannya. Dan bagaimana diri ini mampu
mengendalikan ego untuk terus bersyukur dalam keadaan apapun. Sebisa mungkin
hindari perilaku Cemburu atas apa
yang diperoleh orang lain. Usahakan untuk Senang tatkala orang lain juga
merasakan nikmat, Sedih tatkala oranglain berduka, bukan malah cemburu tatkala
oranglain senang. Karena, dengan banyak besyukur, maka nikmat lain akan
kita peroleh, bisa-bisa lebih besar manfaatnya. Insyaallah.
2. Sabar dan Tulus dalam Penerimaan
Setiap kesuksesan itu membutuhkan pijakan kaki yang
panjang, rintisan yang tidak cukup dilukis dalam waktu semalam, seperti halnya
dengan cita-cita dan kesuksesan.
Diri ini tentu memiliki keinginan, angan, dan harapan yang
mungkin saat ini belum tercapai, terwujud. Dan bagaimana wujud apresiasi untuk
diri sendiri? Yakni Sabar dan Tulus dalam Penerimaan. Sudah barang
tentu, lebih mudah berucap daripada mempraktekannya. Itu pasti.
Sebuah cita-cita dan kesuksesan tak ada yang bisa diraih
dalam waktu semalam. Perlu proses dan berpuluh-puluh langkah yang harus
ditempuh untuk sampai di garis finish. Bercita-cita tanpa usaha itu
layaknya seorang gila.
Aspek #MemesonaItu dari segi Sabar dan tulus dalam
Penerimaan ini, hadir ketika apa yang saya butuhkan tidak serta merta bisa
tercapai begitu saja. Saya perlu berusaha keras untuk mencari jalan supaya apa
yang saya butuhkan bisa terwujud. Memang jalannya cukup panjang, namun selagi
kita mampu menikmati prosesnya dengan bersabar dan tulus dalam penerimaan,
Insyaallah ketika harapan itu terkabul, kita amat bersyukur dan senang, maupun
terkenang dengan proses bisa mendapatkan barang yang kita butuhkan tersebut.
3. Kerja di desa bukan ajang untuk Minder dengan yang di kota
Sebenarnya aspek ini masih masuk pada bagian Sabar dan
Tulus dalam Penerimaan. Tapi saya akan menyampaikannya dengan poin berbeda.
Pertama kali diterima sebagai karyawan di sebuah CV yang bertempat di desa,
diri ini terasa paling hina. Apakah hanya perusahaan dalam desa saja yang mampu
menerima saya? Apakah skill ini tak mampu bersaing dengan pekerjaan di
dalam kota?
Begitulah pemikiran saya. Namun perlahan dengan pasti saya
menyadari jika bekerja di desa bukan sebuah hal yang dianggap minder. Dari sana
saya masih tetap bisa berkomunikasi dengan teman-teman maya di seluruh penjuru
dunia. Bahkan saya menemukan passion menulis ini juga berkat komunitas
menulis di dunia maya.
Tentu ada hikmah ketika saya di tempatkan di desa. Dari sini,
kembali pada aspek poin ke 1 dan ke 2 jika kita mampu bersyukur, sabar dan
tulus dalam penerimaan, itu adalah salahsatu hal yang bisa membuat aura kita
lebih memancar cerah dan membuat diri kian #MemesonaItu dengan tetap
mengapresiasi diri sendiri ke arah yang lebih baik.
4. Terus berbagi inspirasi dan menebar manfaat
Tentu diri tak ingin terlalu fokus dengan apa yang
dikerjakan secara terus menerus tanpa memberi banyak inspirasi dan menebar
manfaat dengan orang lain. Sama halnya ketika saya dimintai tolong untuk
menjadi relawan mengajar di madrasah diniyah yang ada di desa saya.
![]() |
Dengan anak-anak Madrash Diniyah Malam |
Menebar inspirasi dan manfaat itu tak perlu yang memiliki
ujung tombak yang bermuara pada sebuah nilai materialistis. Namun, dengan
meyalurkan bakat, inspirasi, ilmu, serta manfaat kepada orang lain di sekitar
kita, membuat diri akan nampak lebih #MemesonaItu kian memancar dengan jelas.
Hal itu sebagai salahsatu wujud apresiasi diri sendiri
loh. Karena, dengan menebar manfaat sembari mengajar, sama halnya ilmu yang
kita peroleh bisa bermanfaat untuk orang lain, juga pada diri sendiri.
Jiwa menebar inspirasi ini juga saya salurkan dalam bentuk
berbagi dengan adik-adik dalam even bertajuk Kelas Inspirasi yang ada di
Indonesia. Selagi bisa dan dapat izin dari orangtua, saya akan ikut dan bertemu
dengan rekan-rekan baru dari penjuru Indonesia.
5. Walau punya banyak schedule, jangan lupakan Keluarga
Yah... poin utama dibalik keseharian saya yakni waktu
bersama keluarga. Tak perlu muluk-muluk dalam membuat orang rumah tertawa
lepas, cukup sisihkan waktu luang yang kita punya dengan berbincang-bincang,
saling bantu-membantu, serta memahami kewajiban kita sebagai anggota rumah.
Berhubung saya hanya berdua dengan Ibu di rumah, tentu Ibu
lah yang akan menjadi sosok pertama yang akan saya bantu tatkala weekend datang.
Liburan boleh, asalkan selesai terlebih dahulu pekerjaan rumah. Capek karena
kerja boleh, tapi tugas sebagai anak di rumah juga jangan ditinggalkan, belum
siap nikah juga nggak papa, asalkan bisa paham kewajiban dan
persiapan-persiapan apa aja yang perlu dilakukan selama di rumah supaya nanti
bisa terbiasa tatkala punya pasangan. Salahsatu dari pengingat yang kerap kali
Ibu berikan kepada saya.
Hal itu pun juga ujung-ujungnya akan kembali pada siapa
kalau bukan pada diri sendiri. Dengan pembiasan-pembiasaan yang baik
tentu akan mengarah pada hal yang baik pula. Hal itulah yang membuat saya
nampak #MemesonaItu versi saya. Saya percaya dan Saya bangga pada diri sendiri.
Saya pun perlu mengapresiasi diri jika mampu melalui salahsatu maupun seluruh poin-poin
di atas. Insyaallah.
*Flashback*
Sebelumnya, saya selalu beranggapan, #MemesonaItu
seperti sosok pragawati yang melangkah nan elok di panggung perhelatan dengan
kaki jenjangnya, wajah cantiknya, kulit putih mulusnya, senyum merekahnya,
maupun para hijabers yang punya skill out of the day nya, yang mana
setiap kali mereka posting selalu dihujani berbagai Likes, Loves, Retweet,
Followers, dan masih banyak lagi.
Tapi ternyata, pemikiran saya keliru. Karena, sosok
#MemesonaItu sebenarnya hakikatnya adalah Tetap Menjadi Diri Sendiri, apalagi di era yang mana kita dituntut bisa
menjadi orang lain, merubah jati diri sendiri, tidak percaya diri karena
kekurangan diri. ZONK!!! Jadikan Kekurangan sebagai Kelebihan dan juga
Kekuatan. Persoalan ‘Apa Kata Orang’ tentu tidak akan ada habisnya. Bagaimana cara
kita meng-handle diri sendiri supaya tak ikut tergerus dalam perkataan
yang kurang baik terhadap kita itu yang perlu dilakukan. Yuk mari apresiasi apa
yang ada pada diri kita sendiri.
![]() |
Be Youself |
#MemesonaItu sosok yang secara global tidak hanya
cantik secara fisik, mereka juga memiliki inner beauty yang lebih cantik
lagi, selain dari pada itu, kecantikan mereka dibungkus dengan attitude
yang baik.
Itu sosok secara global yang ditujukan untuk
perempuan-perempuan di mana pun mereka berada. Tapi bagi saya, tetap poin-poin
di atas yang membuat saya nampak mempesona. Menjadi Diri Sendiri, Paham akan
Hak dan Kewajiban Diri, Belajar tiada henti di manapun berada, walau dikata
saya tak pernah mengenyam pendidikan pada bangku kuliah, Merawat diri sendiri
secara fisik, mengasah Inner Beauty, sekaligus memperbaiki attitude
yang kurang baik supaya langkah ini bisa terus menjadi Pribadi yang Percaya dan
Bangga pada Diri, baik dengan kelebihan maupun kekurang yang dimiliki, dengan start
kecil bernama APRESIASI PADA DIRI SENDIRI hingga akan muncul dengan sendirinya #MemesonaItu.
Semoga apa yang saya bagikan ini bisa memberikan manfaat,
maupun hikmah bagi kita semua khususnya saya sendiri, supaya bisa menjadi Pribadi
yang lebih baik lagi, dan lagi, Insyaallah.
Feel Free to drop your comment ya gaes...
Karangduren, 10 April 2017
Khoirur Rohmah
1,2 - Nama Samaran
![]() |
Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Apa Arti #MemesonaItu |
Bahagia itu bersyukur ya mba, senangnya bisa mengapresiasi diri sendiri. Sukses selalu ya ^_^
BalasHapusHe.emh mbak
HapusBangga bisa apreasiasi diri sendiri
Smean juga mbak manda hehee
Be yourself..memang ga ada yg lebih memesona ketika kita mampu menghargai n mencintai diri sendiri
BalasHapusYEah mbak, insyaallah bisa menangkis serangan2 dari luar berkaitan dg diri sendiri. Insyaallah :D
HapusBetul.. tetap menjadi diri sendiri itu penting banget..
BalasHapusSetuju Mbak Zy... hehheee
Hapusbetul..dengan mengapresiasi diri sendiri kita bukan hanya jadi berstukur taoi juga bisa refleksi apa yg harus dikuatin lagi
BalasHapusHehhee... he.em mbak Ade :D
HapusBeryukur, bekerja giat, trus mengapresiasi diri sendiri. Itu sih udah paket lengkap ya mbak :D
BalasHapusGud luck lombanya yaaaa
Senyummu memesonaku
BalasHapusTutur katamu membuatku luluh dalam kata
Pribadimu membuatku tertunduk malu
Sungguh ..pesonamu mba Rohmah membuat semua teman larut
setuju sama semua yang dikatakan Mba Rohma dalam tulisan ini. Memesona itu bukan hanya tentang fisik menarik tapi lebih dari semua itu adalah bersyukur :)
BalasHapusYeeaay, jadi diri sendiri itu emang kunci utama biar kita bs jadi memesona. Pancarin pesona kita sendiri, gak usah niru orang, karena kita juga punya kelebihan sendiri. Dan pastinya jangan lupa bersyukur agar nikmatnya ditambahkan, Aamiin.
BalasHapusGood luck ya Rohma ;)
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus